Menu ✖

Mode Gelap
Mahasiswa Semester 1 Ditemukan Meninggal Dirumahnya di Pabbaresseng Bua Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu Ajak Masyarakat Urus Sertipikat Tanah Secara Mandiri, Hindari Jasa Calo Transparansi PTSL : 14 Hari Masa Pengumuman PTSL, Masyarakat Diminta Cermati Data Tanah Dari Pegunungan Latimojong ke Polda Metro Jaya, Jejak Pengabdian Irjen Adex Yudiswan Pimpin HKTI Luwu, Patahudding Dorong Pertanian dan Kesejahteraan Petani Mubesda IWO Serentak se-Sulsel Ditetapkan 13 Oktober, Wajo Jadi Tuan Rumah

Daerah

Perjuangan Anak masa depan Bangsa Mengejar Pendidikan Di Pelosok Sinjai Selatan

badge-check


					Perjuangan Anak masa depan Bangsa Mengejar Pendidikan Di Pelosok Sinjai Selatan Perbesar

SINJAI,-TEROPONGSULSELJAYA.Com- Pendidikan menjadi hak dan kewajiban untuk setiap anak bangsa. Pendidikan menjadi sebuah manifestasi masa depan yang lebih cerah dan lebih baik,
Hal ini mendorong Fitri dkk mahasiswa dari UIN Alauddin Makassar yang sedang melakukan kuliah kerja nyata(KKN) Di Sinjai selatan Desa puncak Untuk membantu dan Ikut partisipasi proses mengajar di Sekolah Laskar pelangi kampong boja(21/10/2021)

Melirik dan Melihat sejenak realita perjuangan para pengejar ilmu khususnya anak SD di beberapa daerah pelosok Indonesia dapat di simpulkan bahwa kenyataanya pemerataan pendidikan masih terbilang sangat memperhatinkan, “ungkap Cica “

Ditunjuknya daerah ini menjadi Titik perhatian bagi kami untuk mengambil salah satu program kerja KKN kami , ikut serta menjadi bagian kecil dalam mengawal pendidikan yang tidak tersentuh di kampung Boja.

“Kami melihat perjuangan anak SD 45 Kampung boja Lempangan Sinjai selatan ini menuju ke sekolah sangat terbilang susah dan menyisahkan pilu, perjalanan yang harus ditempuh kurang lebih 1-2 jam dengan naik turun gunung, kemudian prasarana dan sarana sekolah yang terbilang sangat jauh dari kata cukup dan sesuai. Guru yang mengajar hanya 1 orang itupun sudah tua rentah dan beliau harus mengajar anak Kelas 1 -kelas 6. 

Saya sangat berharap Ada lagi bantuan Dana bos yang masuk ke sekolah ini karna sudah lama sekali tidak pernah ada bantuan ataupun dana bos yang masuk ,
Ujar Pak Abdul wahid “guru satu satunya yang mengajar di Sekolah kelas jauh 45
Gedung sekolah yang kami sebut sebagai laskar pelangi, tak jauh berbeda dengan laskar pelangi yang ada di sinema TV nasional Indonesia yang ngetren pada jamannya. Kepiluan mengejar pendidikan di kampung boja ini masih sangat jelas nyata di rasakan. 
 
Kami berharap pemerintah dan seluruh stakeholder terkait tidak menyepelehkan wadah pendidikan negeri ini, dan ikut serta turun menjadi bagian pertanggungjawaban pemerintah mengawal dengan baik, tidak melupakan dan tidak mengabaikan hadirnya kelas jauh ini karena biar bagamana pun sekolah ini tetaplah terpakai sampai kapanpun juga”.

Baca juga

Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu Ajak Masyarakat Urus Sertipikat Tanah Secara Mandiri, Hindari Jasa Calo

6 Oktober 2026 - 17:12 WITA

Transparansi PTSL : 14 Hari Masa Pengumuman PTSL, Masyarakat Diminta Cermati Data Tanah

6 Oktober 2026 - 17:08 WITA

Kantah Luwu Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Semangat Persatuan dan Pengabdian

3 Oktober 2026 - 22:46 WITA

Kantah Luwu Laksanakan Peninjauan Panitia Lapangan PTSL di Sejumlah Desa

3 Oktober 2026 - 09:20 WITA

Kantah Luwu Sosialisasikan Perintis 10 Hari untuk Percepat Proses Peralihan Hak

29 September 2026 - 22:15 WITA

Trending di Daerah