Menu ✖

Mode Gelap
Mahasiswa Semester 1 Ditemukan Meninggal Dirumahnya di Pabbaresseng Bua Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu Ajak Masyarakat Urus Sertipikat Tanah Secara Mandiri, Hindari Jasa Calo Transparansi PTSL : 14 Hari Masa Pengumuman PTSL, Masyarakat Diminta Cermati Data Tanah Dari Pegunungan Latimojong ke Polda Metro Jaya, Jejak Pengabdian Irjen Adex Yudiswan Pimpin HKTI Luwu, Patahudding Dorong Pertanian dan Kesejahteraan Petani Mubesda IWO Serentak se-Sulsel Ditetapkan 13 Oktober, Wajo Jadi Tuan Rumah

Pendidikan

Departemen Komunikasi Fisip Unhas Gelar Webinar Internasional Memperingati Hari Disabilitas

badge-check


					Departemen Komunikasi Fisip Unhas Gelar Webinar Internasional Memperingati Hari Disabilitas Perbesar

KAB LUWU, TEROPONGSULSELJAYA.com,
– Memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI), Departemen Ilmu Komunikasi (Depkom) Unhas adakan Webinar Internasional terkait inklusi digital bagi penyandang disabilitas (06/12). Webinar yang bertema “Innovation and Digital Inclusion: Ensuring access and inclusion for people with disabilities”, bekerjasama dengan La Trobe University, Melbourne dan Australia-Indonesia Disability Research and Advocacy Network (AIDRAN). Kegiatan ini bertujuan mendorong inisiatif guna peningkatan partisipasi penyandang disabilitas di era kemajuan teknologi.

Nabila May Sweetha Mahasiswi Ilmu Politik, FISIP Unhas yang juga Penyandang disabilitas muda berprestasi se Indonesia, dalam materinya memaparkan bahwa inovasi teknologi sangat membantu dirinya yang merupakan difabel penglihatan sejak usia 14 tahun. Sebagai mahasiswa yang terpilih menjadi pemuda berprestasi oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga, Nabila sendiri telah mendapatkan lebih dari 10 prestasi di tingkat nasional dan internasional pada perlombaan bidang public speaking dan menulis.

“Kedua bidang itu memerlukan banyak informasi dan wawasan yang luas untuk menghasil tulisan dan topik pembicaraan yang baik. Salah satu inovasi teknologi digital yang sangat saya syukuri adalah pembacara layar. Selama ini saya mengakses buku digital dengan bantuan fitur tersebut,” pungkasnya.

Nabila mengatakan bahwa teknologi tidak memberikan dampak negatif pada penyandang disabilitas tetapi memberikan janji aksesibiltas yang sangat besar. Menurutnya Inklusi adalah ruang dimana semua orang diizinkan untuk berpartisipasi.

“Saran saya jangan takut berinteraksi dengan difabel. Saya sendiri senang sekali kalau di kampus ada yang menegur. Selalu membangun komunikasi karena selama ini diskriminasi terjadi karena banyak sekali orang yang berasumsi dan menolak untuk berkomunikasi,” tutur Nabila.

Prof Erik Van Vulpen, Deputy Director Centre for Technology Infusion at La Trobe, Melbourne dalam materinya sendiri menyampaikan bahwa masalah inklusi bukan masalah teknologi tetapi common sense dan kebijakan publik. Dirinya mengatakan bahwa banyak fasilitas umum dibuat tanpa memikirkan kebutuhan penyandang disabilitas. Contohnya jutaan dolar Australia dikeluarkan untuk membeli kereta baru yang ternyata toiletnya tidak dapat diakses oleh pengguna kursi roda.

“Selama bertahun-tahun banyak janji yang dibuat tentang potensi teknologi sebagai solusi, namun hanya membawa kekecewaan. Seperti Google glass yang katanya akan membantu difabel melihat. Teknologi ini dijanjikan dari 20 tahun namun sampai sekarang belum terwujud. Saya berpikir barulah sekarang dengan keadaan perkembangan teknologi yang ada bisa memenuhi janii tersebut,” jelas Erik. Erik mengatakan bahwa bidang ini sangat menarik. Dirinya mendorong anak muda untuk berinovasi pada topik inklusi agar orang-orang terbaik terbaik dari seluruh dunia masuk pada bidang ini.

Turut hadir sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut Dr Dina Afrianty selaku Presiden Australia-Indonesia Disability Research and Advocacy Network (AIDRAN), La Trobe University, Nurlaela Jufri, S.ST, M.Soc Pol Digital Acces Programme Consultant (DAP) di Kedutaan Inggris Indonesia dan Drs. Syamsuddin Azis, M.Phil., Ph.D. Dosen Ilmu Komunikasi Unhas.k

Dalam Webinar yang dihadiri para mahasiswa dari berbagai Universitas, Dr. Phil. Sukri, M.Si selaku Dekan FISIP Unhas mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan pencapaian salah satu Indikator Kinerja Utama (IKU) khususnya program kerja berstandar internasional.

“Selain pencapaian IKU, kegiatan ini juga merupakan implementasi dari Suistanable Development Goals (SDGs) yang pada prinsipnya memberi ruang inklusi khususnya pada saudara-saudara kita yang difabel,” ungkapnya. Melalui Webinar ini kami juga (dari Universitas) mendapatkan banyak catatan untuk menjadi lebih bisa mengakomodasi semangat inklusivitas dalam pengelolaan fakultas dan universitas. Catatan ini perlu kami perhatikan dan cermati agar semua orang punya akses yang sama pada layanan yang kami berikan di fakultas dan universitas, tambahnya.(@)

Baca juga

Bupati Luwu Lantik 16 PNS Formasi 2024, Tugaskan 108 Kepala Sekolah dan Kukuhkan Dewan Pendidikan

5 September 2026 - 09:09 WITA

BNSP Laksanakan Full Assessment Relisensi LSP Teknologi Informatika Sulbar di Polewali Mandar

23 Agustus 2026 - 07:51 WITA

Ainun Anugrah Harun Raih Juara I Nyanyi Solo Kecamatan Belopa, Bawa Nama SMA Negeri 1 Luwu

10 Agustus 2026 - 09:00 WITA

10 Santri Ma’had Tahfizhul Qur’an Habiburrahman Luwu Resmi Diwisuda sebagai Hafiz 30 Juz

12 Juli 2026 - 23:19 WITA

Bupati Luwu Terima 55 Mahasiswa KKN Unhas, Tekankan Program Pengabdian Tepat Sasaran

4 Juli 2026 - 00:07 WITA

Trending di Pendidikan