KAB. LUWU, TEROPONGSULSELJAYA.com, – Malam sunyi di Dusun Tobakkun, Desa Salutubu, Kecamatan Walenrang Utara, mendadak pecah oleh dentuman petir, Jumat (8/8/2025) pukul 23.00 WITA.
Hanya dalam hitungan menit, sebuah rumah warga luluh lantak menjadi puing, dilalap api yang berkobar ganas di tengah hujan lebat.

Saksi mata menceritakan, kilatan petir di langit disusul suara ledakan keras dari arah belakang rumah. Api langsung membubung, menghanguskan seluruh bangunan tanpa memberi waktu bagi warga untuk menyelamatkan harta benda.
Namun, di balik kepulan asap dan arang yang berserakan, tersisa pemandangan yang membuat siapa pun terdiam: sebuah Al-Qur’an dan buku-buku agama lainnya tetap utuh, meski sampulnya hangus terbakar. Halaman-halamannya masih bisa dibaca dengan jelas, seolah terjaga dari jilatan api yang melahap segalanya.
Tak hanya rumah, kobaran api juga memusnahkan satu unit mobil dan satu unit genset. Kerugian materi diperkirakan mencapai hingga ratusan juta rupiah.
Beruntungnya, rumah tetangga korban yang berada tepat di sebelah tidak ikut terbakar, meskipun mobil milik tetangga tersebut hangus terbakar dilalap api.
Peristiwa ini menjadi pukulan berat bagi warga setempat sekaligus peringatan yang sarat makna, bahwa di tengah kehancuran, selalu ada isyarat kuasa Tuhan yang tak tersentuh oleh api dunia.
***kurty***







