teropongsulseljaya.com , Maluku – Paskibra atau lebih dikenal Pasukan Pengibaran Bendera yang menjadi ujung tombak dalam proses Upacara Kemerdekaan Republik Indonesia tentunya akan selalu menjadi sorotan publik. Paskibra memiliki tugas yang sangat penting sebab kelompok inilah yang membawa hingga mengibarkan simbol Marwah dan Kebanggaan Negara Republik Indonesia yang tak lain adalah Bendera Merah Putih.
Momen Upacara Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 yang dilaksanakan Masyarakat Desa Wakua, Kecamatan Aru Tengah, Kabupaten Kepulauan Aru, di Pelataran Sekolah SMP Kristen 4 Wakua ini menjadi cerita, kisah dan sejarah para kelompok Paskibra itu sendiri, Minggu, 17/08/2025

Semangat, kebanggaan serta jiwa nasionalisme di tunjukan pada momen besar dan sakral serta di saksikan oleh seluruh lapisan masyarakat desa Wakua itu sendiri.
Berikut data Petugas Paskibra HUT RI ke-80 di desa Wakua.
– Komando Pasukan Pengibaran, “Piter Karey” anak dari pasangan Adrianus Karey dan Gelora Gelora Dolfenci Djelau, lahir di Wakua, 03 Januari 2010.
– Pembentang Bendera, “Chena Kristanto Mangar” anak dari pasangan Marten Mangar dan Seska Mangar, lahir di Wakua, 21 februari 2010.
– Pembentang Bendera, “Rofina Mangar” anak dari pasangan Max Moler Mangar dan Susana Larsoba, lahir di Wakua, 09 juni 2010.
– Penarik Bendera, “Yano Karey” anak dari pasangan Yultatus Karey dan Tina Djelau, lahir di Wakua, 27 Agustus 2009.
– Pembawa Baki, “Balandina Mangar” anak dari pasangan Ami Macica Mangar dan Yospiandri Djelau, lahir di Wakua 07 september 2009.
– Pembawa Baki, “Dortea Karey” anak dari pasangan Charles Karey dan Noviana Renuw, lahir di Dobo, 10 desember 2012.
– Komandan Pasukan Delapan, “Viko Falenstino Karey” anak dari pasangan Chres Karey dan Nita Rosdiana Djelau, lahir di Wakua 18 agustus 2010.
(Red)










