Menu

Mode Gelap
Bupati Luwu Lantik 16 PNS Formasi 2024, Tugaskan 108 Kepala Sekolah dan Kukuhkan Dewan Pendidikan Pengukuran Terjadwal dengan Waktu yang Pasti Buat Warga Lebih Mudah Menyiapkan Diri Urus Keperluan Pertanahan, Masyarakat Manfaatkan Sentuh Tanahku untuk Akses Informasi dan Layanan Pemdes Cimpu Gelar Musrenbang RKP Desa 2027, Bahas Program Prioritas dan Salurkan Insentif Aparat Keagamaan Sepekan Pascakebakaran, Korban di Desa Temboe Terima Bantuan Dinas Sosial Ditreskrimsus Polda Sulsel dan Polres Luwu Tertibkan Aktivitas PETI di Bajo Barat, Tiga Alat Berat Diamankan

Sosial

Pertamina Ancam SPBU Nakal, Warga Ingatkan: Jangan Hanya Luwu Timur, Tapi Seluruh Indonesia

badge-check


					Pertamina Ancam SPBU Nakal, Warga Ingatkan: Jangan Hanya Luwu Timur, Tapi Seluruh Indonesia Perbesar

KAB LUWU, TEROPONGSULSELJAYA.com, – Kelangkaan BBM bersubsidi tidak hanya terjadi di Kabupaten Luwu Timur. Di berbagai daerah lain, termasuk Luwu, antrean panjang kendaraan di SPBU masih menjadi keluhan utama masyarakat. Kondisi ini memperlihatkan bahwa masalah penyaluran BBM subsidi bukan persoalan lokal semata, melainkan problem nasional yang butuh pengawasan menyeluruh dari Pertamina.
Rabu,(17/09/25).

Area Manager Communication, Relation & CSR Sulawesi, T. Muhammad Rum menegaskan Pertamina Patra Niaga akan menindak tegas SPBU nakal. “BBM subsidi hanya untuk yang berhak sesuai Perpres 191/2014 jo. 69/2021 dan ketentuan BPH Migas. SPBU yang terbukti melanggar akan kami tindak, mulai dari pembinaan hingga pemutusan hubungan usaha,” tegasnya, Selasa (16/9/2025).

Namun, warga mengingatkan agar Pertamina tidak hanya fokus menyoroti kasus di Luwu Timur, sementara praktik serupa juga terjadi di wilayah lain. “Masalah SPBU nakal itu bukan hanya di Lutim. Di Luwu juga antre panjang, bahkan ada dugaan jerigen tetap dilayani. Pertamina jangan tebang pilih,” ujar warga Luwu.

Hal senada disampaikan sopir angkutan umum. Mereka menilai pengawasan Pertamina selama ini lemah dan cenderung reaktif. “Setiap ada kasus ramai di media baru ribut. Seharusnya pengawasan rutin dilakukan di semua SPBU, bukan menunggu viral dulu,” Ungkap sopir pete-pete jurusan Palopo-Belopa.

Sementara itu, pemerhati kebijakan publik Jumardi menilai ancaman Pertamina harus dibuktikan dengan tindakan nyata. “Kalau hanya ancaman tanpa eksekusi, masyarakat akan semakin kehilangan kepercayaan. Pertamina jangan hanya jadi pemadam kebakaran setiap ada kasus. Mereka harus membangun sistem pengawasan yang kuat, transparan, dan berlaku di seluruh Indonesia, khususnya Luwu Raya yang sering bermasalah dengan BBM subsidi,” ujarnya.

Ancaman pemutusan kerja sama SPBU nakal akan kehilangan makna bila tidak dibarengi dengan langkah konkrit. Publik kini menunggu keseriusan Pertamina: apakah benar-benar berpihak pada rakyat kecil, atau sekadar melontarkan janji di tengah antrean panjang yang terus menghantui masyarakat.
***kurty***

Baca juga

Marak Oknum Mengaku Wartawan, IWO Sulsel Minta Masyarakat Lebih Teliti

22 Juni 2026 - 22:05 WITA

Dema FUF UIN Alauddin Kritik GAPEMBI: MBG Harus  Utamakan  Kepentingan Publik , Bukan  Keuntungan

21 Juni 2026 - 19:18 WITA

28 Ekor Sapi Dikurbankan Brimob Tiromanda, Apresiasi Mengalir dari Warga Bua

27 Mei 2026 - 17:16 WITA

MDA Tebar 34 Ekor Sapi Kurban, Libatkan Peternak dan Koperasi Lokal

26 Mei 2026 - 14:18 WITA

Kilau Prestasi dari Bontocani: Dosen UNCAPI Raih Doktor di Unhas dalam 2 Tahun 4 Bulan, Publikasikan 11 Jurnal dan 2 Buku

25 Mei 2026 - 19:17 WITA

Trending di Sosial