Menu

Mode Gelap
PENINJAUAN LAPANGAN TERKAIT DUGAAN AKTIVITAS TAMBANG DI DESA POSI Semarak MTQ XXXIV Sulsel 2026 Resmi Dibuka, Bupati Luwu Tunjukkan Dukungan Penuh untuk Generasi Qur’ani Perkuat Integritas dan Kinerja, DPRD Luwu Ikuti Bimtek Transparansi Tata Kelola Pemerintahan Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal Penyuluhan PTSL Terintegrasi ILASPP di Desa Rumaju, Dorong Kesadaran Masyarakat akan Kepastian Hukum Tanah Penyuluhan PTSL Terintegrasi ILASPP di Salubua, Warga Diimbau Tertib Batas Tanah dan Hindari Sengketa

Daerah

Jelang Ramadan dan Idul Fitri, Pemkab Luwu Gelar Gerakan Pangan Murah: Warga Bisa Beli Sembako Harga Terjangkau

badge-check


					Jelang Ramadan dan Idul Fitri, Pemkab Luwu Gelar Gerakan Pangan Murah: Warga Bisa Beli Sembako Harga Terjangkau Perbesar

KAB LUWU, TEROPONGSULSELJAYA. com, – Menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M, Pemerintah Kabupaten Luwu menggelar Gerakan Pangan Murah Serentak untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Kegiatan tersebut berlangsung di Tribun Lapangan Andi Djemma Belopa, Rabu (11/3/2026). Wakil Bupati Luwu Muh. Dhevy Bijak Pawindu turut meninjau langsung pelaksanaan kegiatan yang disambut antusias oleh masyarakat.

Dalam kegiatan ini, berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar. Beberapa di antaranya yaitu telur Rp58.000 per rak, bawang merah Rp38.000 per kilogram, bawang putih Rp35.000 per kilogram, minyak goreng Rp15.500 per liter, beras kemasan 5 kilogram Rp58.000 per sak, gula Rp17.000 per kilogram, serta terigu dengan harga Rp11.000 dan Rp8.000 per kilogram.

Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, mengatakan bahwa gerakan pangan murah merupakan langkah pemerintah untuk menjaga ketersediaan bahan pokok sekaligus menekan kenaikan harga menjelang Ramadan.

“Program ini kami hadirkan agar masyarakat tetap mudah mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih stabil,” ujarnya.

Ia menjelaskan, beberapa komoditas yang saat ini mengalami kenaikan harga di pasaran antara lain teur, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, serta ayam pedaging. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus melakukan berbagai upaya pengendalian harga, salah satunya melalui pelaksanaan pasar murah.

Menurutnya, program pangan murah telah digelar sebanyak tujuh kali selama Ramadan, sementara sebelum Ramadan kegiatan serupa sudah dilaksanakan sebelas kali.

“Ke depan, kegiatan seperti ini akan terus kami laksanakan selama masyarakat masih membutuhkan,” jelasnya.

Selain itu, melalui Dinas Ketahanan Pangan, pemerintah daerah juga menjalankan program pasar murah masuk desa. Program tersebut bertujuan agar pelayanan lebih dekat dengan masyarakat serta menjangkau warga di berbagai wilayah Kabupaten Luwu.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut antara lain Ketua DPRD Luwu Ahmad Gazali, sejumlah kepala perangkat daerah, Ketua Tim Penggerak PKK Luwu, Wakil Ketua Bidang I TP PKK Luwu, serta Penjabat Ketua Dharma Wanita Persatuan Luwu.

Melalui gerakan pangan murah ini, Pemerintah Kabupaten Luwu berharap ketersediaan bahan pokok tetap terjaga dan harga pangan dapat dikendalikan, sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri dengan lebih tenang.(kom/idl)

Baca juga

Penyuluhan PTSL Terintegrasi ILASPP di Desa Rumaju, Dorong Kesadaran Masyarakat akan Kepastian Hukum Tanah

11 April 2026 - 08:42 WITA

Penyuluhan PTSL Terintegrasi ILASPP di Salubua, Warga Diimbau Tertib Batas Tanah dan Hindari Sengketa

11 April 2026 - 08:38 WITA

Kantor Pertanahan Kabuapten Luwu Edukasi Warga Setiarejo Terkait PTSL Terintegrasi ILASPP, Perkuat Transparansi dan Kepastian Hukum Pertanahan

11 April 2026 - 08:35 WITA

Sosialisasi PTSL Terintegrasi ILASPP di Tampumia dan Noling, Wujudkan Kepastian Hukum Pertanahan

11 April 2026 - 08:31 WITA

Sosialisasi PTSL Terintegrasi ILASPP di Desa Tanjong, Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu Tegaskan Layanan Nol Rupiah dan Kepastian Hukum

11 April 2026 - 08:27 WITA

Trending di Daerah