Menu

Mode Gelap
Bupati Luwu Lantik 16 PNS Formasi 2024, Tugaskan 108 Kepala Sekolah dan Kukuhkan Dewan Pendidikan Pengukuran Terjadwal dengan Waktu yang Pasti Buat Warga Lebih Mudah Menyiapkan Diri Urus Keperluan Pertanahan, Masyarakat Manfaatkan Sentuh Tanahku untuk Akses Informasi dan Layanan Pemdes Cimpu Gelar Musrenbang RKP Desa 2027, Bahas Program Prioritas dan Salurkan Insentif Aparat Keagamaan Sepekan Pascakebakaran, Korban di Desa Temboe Terima Bantuan Dinas Sosial Ditreskrimsus Polda Sulsel dan Polres Luwu Tertibkan Aktivitas PETI di Bajo Barat, Tiga Alat Berat Diamankan

Pemuda

Andi aprizal Petani Millenial Daun Kelor Beromzet Puluhan Juta

badge-check


					Andi aprizal Petani Millenial Daun Kelor Beromzet Puluhan Juta Perbesar

BULUKUMBA ,-TEROPONGSULSELJAYA.Com- Pemanfaatan kelor sebagai sumber pangan dan gizi keluarga merupakan salah satu cara untuk menanggulangi masalah stunting atau memperbaiki gizi keluarga. Tanaman dengan nama latin Moringa Oleifera ini memiliki kandungan Vitamin C lebih tinggi tujuh kali dibandingkan buah jeruk dan Vitamin A empat kali dari wortel serta kandungan kalium tiga kali dari pisang dan proteinnya dua kali lebih tinggi dari yogurt atau sebutir telur.

Salah satu petani milenial yang berjuang menjadikan kelor sebagai tanaman mendunia adalah Andi Aprizal. Pemuda yang berdomisili di btn cabalu gantarang Kabupaten Bulukumba ini sudah menekuni usaha kelor hampir setahun.

Aprizal mengungkapkan bahwa alasan bertani kelor sebuah kebetulan karena saran dan masukan seniornya.

“Menjadi petani kelor adalah sebuah kebetulan, berawal dari diskusi-diskusi kecil bersama senior sehingga saya mulai membersihkan lahan atau membuka lahan baru selama 1 bulan. Karena dilarang untuk membakar ataupun menggunakan zat-zat kimia.

Lanjut, ia menjelaskan tanaman kelor sangat mudah dikembangkan sekalipun di wilayah perkotaan.

“Dengan manajemen yang baik tumbuhan ini bisa sangat menguntungkan sebagai ladang usaha baru. Selain itu, tanaman pada masa pandemi ini menanjak kepopulerannya karena memiliki nutrisi yang tinggi dan dipercaya memberikan manfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh,” terang petani milenial itu.

Dari hasil panen kelornya, Aprizal mengaku dengan penjualan Rp. 50.000 Perkilo Kering, dalam sehari petani bisa mendapatkan Rp. 150.000 jika maksimal dalam melorot daun basah.

Dalam setahun ia memperkirakan omzetnya bisa mencapai 40 juta lebih.

Selain itu, untuk mengembangkan usahanya, Ia juga bekerjasama dengan PT Plaza Desa Indonesia.

Ia berharap bisa membuka lapangan kerja kedepannya.

“Harapan kedepan saya akan menambah pohon ribuan Kelor sehingga bisa membuka lapangan kerja, terkhusus pemuda-pemuda mari bertani terutama kelor. Jangan merasa kecil menjadi petani”, Tutupnya.
(Red)

Baca juga

3 Santri Asal Luwu Bersinar di Kancah Nasional  IBCA MMA, Tampil Perkasa di Kejurnas 2025 di Surabaya. 

17 Mei 2025 - 13:48 WITA

Menggali Potensi SDM, Pemuda Kota Dobo Ruang Diskusi Ringan Jalurnya

26 April 2024 - 22:43 WITA

Suksesnya Berbagai Kegiatan Yang Dilaksanakan EK-LMND Palopo Dalam Menjemput Hari Lahir LMND Yang ke-24 Tahun.

16 Juli 2023 - 08:32 WITA

Kapolres Luwu Cup III Resmi di Buka, Ini Rincian Hadiahnya.

3 Juni 2023 - 22:18 WITA

Ini 24 Peserta Klub Kapolres Luwu Cup III.

30 Mei 2023 - 11:08 WITA

Trending di Pemuda