Menu

Mode Gelap
Balita yang Sempat Hilang Ditemukan Meninggal di Pengairan Ponrang Selatan Hangatnya Kebersamaan Ramadan, BPN Luwu Buka Puasa Bersama PPAT dan IWO Luwu Raya Dukung Gerakan Pangan Murah, Ketua TP-PKK Luwu Kurniah Patahudding Tinjau Langsung Antusiasme Warga di Belopa Jelang Ramadan dan Idul Fitri, Pemkab Luwu Gelar Gerakan Pangan Murah: Warga Bisa Beli Sembako Harga Terjangkau Kapolres Luwu Pimpin Apel Pagi dan Pemeriksaan Senpi, Tegaskan Disiplin serta Kepatuhan Prosedur Sambut Idul Fitri 1447 H, Pemkab Luwu Perkuat Koordinasi Jaga Keamanan dan Stabilitas Daerah

Sosial

Buku Menyatukan Desa, Wisata Literasi Jadi Jejak Peradaban Baru

badge-check


					Buku Menyatukan Desa, Wisata Literasi Jadi Jejak Peradaban Baru Perbesar

PANGKEP, TEROPONGSULSELJAYA.com, – Desa Padanglampe kembali menorehkan jejak penting dalam sejarah literasi Sulawesi Selatan. Bertempat di MTs DDI Padanglampe, Poros Padanglampe, Desa Padanglampe, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep. Komunitas literasi Mappatabe yang lahir dari Alekarajae menggelar agenda bermakna: Wisata Literasi bertema Jatuh Cinta pada Buku di Pelosok Desa.
Sabtu, (06/09/25).

Kegiatan yang berlangsung dari sore hingga petang ini bukan sekadar pertemuan, melainkan sebuah perayaan kolaborasi. Hadir beragam komunitas dan tokoh: Forum Literasi Pangkep (FLP), TITIK MULA, Putra Putri Pangkep 2025, Runner Up Duta Peduli Sosial Sulselbar 2025, Duta Baca Sulsel asal Tana Toraja, Pemuda Tani Indonesia, Komunitas Peternakan, hingga mobil baca dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Karang Taruna Desa Padanglampe, Alesipitto, dan Komunitas Anak Kampoeng turut serta memeriahkan suasana.

Peserta yang hadir sangat beragam, mulai dari guru, siswa SMP, MTs, SMA, MA hingga mahasiswa. Mereka larut dalam suasana hangat, ditemani talkshow inspiratif bersama narasumber dari Ballatani Kabupaten Maros, Yohanes Beneiktus, S.S., serta didampingi oleh Muh. Nur Ramadhan, S.T. Tak kalah menarik, Ketua FLP sekaligus Putra Bahari Berbakat 2024 turut berbagi pengalaman.

Yang paling menyentuh adalah orasi kolaborasi Founder Komunitas Mappatabe. Dengan lantang ia menegaskan, literasi bukan hanya milik kota, tetapi juga hak anak-anak desa. “Buku adalah jembatan yang menghubungkan mimpi dan kenyataan, sekaligus cahaya yang menerangi jalan generasi,” ucapnya penuh semangat.

Wisata Literasi Padanglampe 2025 menjadi bukti bahwa dari pelosok desa, semangat mencintai buku bisa menyala dan menular. Padanglampe tak hanya menyimpan cerita masa lalu, tetapi kini sedang menulis masa depan—masa depan yang berakar pada ilmu, tumbuh dengan akhlak, dan mekar dengan karya.

Lebih dari sekadar agenda literasi, kegiatan ini meneguhkan Padanglampe sebagai desa literasi, sekaligus saksi bahwa cinta pada buku mampu menyatukan komunitas, menyemai harapan, dan melahirkan peradaban.

Pesan moral dari kegiatan ini jelas: cinta pada buku adalah investasi jangka panjang yang nilainya jauh melampaui materi. Dari halaman-halaman buku, anak desa belajar bermimpi, menguatkan akhlak, hingga melahirkan karya yang kelak menjadi warisan peradaban. Literasi adalah jalan sunyi yang akan mengangkat martabat bangsa.
***kurty***

Baca juga

Wabup Luwu Dhevy Bijak Pawindu Hadiri Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Agung Belopa

7 Maret 2026 - 17:43 WITA

Bupati Luwu H. Patahudding Serukan Perang terhadap Judi Online di Awal Ramadhan 1447 H

19 Februari 2026 - 04:16 WITA

Malam Pertama Ramadan 1447 H, Wabup Luwu Ajak Warga Perkuat Iman dan Kepedulian Sosial

19 Februari 2026 - 02:06 WITA

Ponrang Sabet Juara Umum MTQ XXXIII Luwu, H. Patahudding Dorong Kebangkitan Generasi Qur’ani

17 Februari 2026 - 10:18 WITA

Cahaya Al-Qur’an Menyinari Ponrang: Bupati Luwu Resmi Buka MTQ XXXIV di Padang Sappa

12 Februari 2026 - 01:31 WITA

Trending di Sosial