Menu ✖

Mode Gelap
Mahasiswa Semester 1 Ditemukan Meninggal Dirumahnya di Pabbaresseng Bua Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu Ajak Masyarakat Urus Sertipikat Tanah Secara Mandiri, Hindari Jasa Calo Transparansi PTSL : 14 Hari Masa Pengumuman PTSL, Masyarakat Diminta Cermati Data Tanah Dari Pegunungan Latimojong ke Polda Metro Jaya, Jejak Pengabdian Irjen Adex Yudiswan Pimpin HKTI Luwu, Patahudding Dorong Pertanian dan Kesejahteraan Petani Mubesda IWO Serentak se-Sulsel Ditetapkan 13 Oktober, Wajo Jadi Tuan Rumah

Hukum

OKNUM POLSEK SUKAMAJU MEMPERTONTONKAN KDRT, PUSKESMAS BONE-BONE JADI ARENA

badge-check


					OKNUM POLSEK SUKAMAJU MEMPERTONTONKAN KDRT, PUSKESMAS BONE-BONE JADI ARENA Perbesar

TEROPONG SULSELJAYA, Luwu Utara- Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kini dipertontonkan oleh oknum aparat kepolisian Polsek Sukamaju, Luwu Utara berinisial Brigpol (SF) terhadap istrinya (IY) diduga dilakukan ditempat umum Puskesmas Bone-bone, 9/3/2020.

Korban istri pelaku (IY) Bhayangkari ranting Sukamaju yang juga Pegawai Negeri Sipil (PNS) di puskesmas Bone-bone, profesi sebagai perawat rekam medis dianiaya oleh pelaku Brigpol SF dan disaksikan oleh beberapa orang.

Dari Informasi yang dihimpun salah satu saksi menuturkan bahwa Brigpol SF personel Polsek Sukamaju ini langsung mendatangi korban di puskesmas Bone-bone dengan memberikan tendangan pada bagian perut korban hingga membuat korban jatuh dan langsung diberikan perawatan.

“Dia (Brigpol Sf) datang ke Puskesmas Bone-bone dengan menggunakan baju seragam kepolisian dan langsung menendang perut korban dengan sepatu larasnya”, Tuturnya.

Lanjut, “ini juga bukan kali pertamanya korban dianiaya Brigpol SF, tapi sudah seringkali diperlakukan seperti ini”, Pungkasnya.

Dilain tempat, Kapolsek Sukamaju Ipda Kawaru yang dikonfirmasi awak media terkait tindakan anggotanya ini hanya bisa mengarahkan segala sesuatu kepada pihak Propam

“Sebaiknya konfirmasi ke Kasi Propam Polres Luwu Utara, karena kasus ini mereka yang tangani”, Jelasnya Kawaru.

Selaku keluarga korban (kakak) Sawaluddin memberikan keterangan kepada awak media dan berharap kiranya hal ini dapat diproses secara hukum oleh pihak kepolisian.

“Kami selaku keluarga korban sangat tidak menerima tindakan yang dilakukan oleh Brigpol Sf hingga harapan kami pihak kepolisian menindak lanjuti kasus ini atau jika bisa di pecat dari Kepolisian, karena perilaku ini bisa mencoreng marwah Instansi Kepolisian Republik Indonesia ,” Ucapnya.

Lanjutnya Sawaluddin, “Brigpol SF ini adalah Aparat POLRI Terhormat yang seharusnya memberikan contoh kepada kami masyarakat, bukan sebaliknya apalagi mencoreng nama Instansi”, Tutupnya. (vhr)

Reporter : vharel jusmawan
Teropong SulselJaya

Baca juga

Ditreskrimsus Polda Sulsel dan Polres Luwu Tertibkan Aktivitas PETI di Bajo Barat, Tiga Alat Berat Diamankan

1 September 2026 - 19:38 WITA

Kecelakaan Maut di Jalur Trans Sulawesi Luwu, Pengendara Motor Dilaporkan Meninggal Dunia

1 Agustus 2026 - 23:20 WITA

Jejak Dugaan Tambang Emas Tanpa Izin di Marinding Menguat, APH Didesak Bertindak

1 Agustus 2026 - 22:34 WITA

Kepala Desa Marinding Minta APH Tertibkan Dugaan Tambang Emas Tanpa Izin

1 Agustus 2026 - 20:51 WITA

Puluhan Titik Tambang Emas Diduga Beroperasi di Marinding, Warga Desak Aparat Bertindak

1 Agustus 2026 - 18:04 WITA

Trending di Hukum