Menu ✖

Mode Gelap
DPRD Luwu Bahas Dua Ranperda, Pemkab Tegaskan Tata Kelola Perseroda Harus Transparan Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Luwu Tekankan Patriotisme, Kegigihan, dan Kepedulian Sosial Keluhan Tim Damkar Luwu Direspons Bupati, Bantuan Peralatan dan Layanan Kesehatan Mengalir Perseroda Luwu Cemerlang Disiapkan Garap Bisnis BBM hingga Jasa, Dua Ranperda Diajukan ke DPRD Pemkab Luwu Evaluasi Kerja Sama BPJS Kesehatan, Sekda Soroti Tindak Lanjut Masalah Layanan SABUNG AYAM DI BELOPA DIDUGA BERLANGSUNG TIGA HARI, TARUHAN PULUHAN JUTA DAN JUDI DADU JADI SOROTAN

Hukum

DPP BAIN HAM RI Minta Kapolres Makassar Tangkap Pelaku Pengancaman Wartawan Media Online Makassar.

badge-check


					DPP BAIN HAM RI Minta Kapolres Makassar Tangkap Pelaku Pengancaman Wartawan Media Online Makassar. Perbesar

TEROPONGSULSELJAYA.com,MAKASSAR
– Seorang wartawan media online di Makassar, Sya’ban Sartono Leky (36), menjadi korban pengancaman dan penganiayaan yang di duga dilakukan oleh oknum preman Toko Bintang,kejadian itu terjadi saat Sya’ban meliput di depan Toko Bintang tentang penertiban yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Makassar,Sabtu(25/04/2020)

Wartawan kelahiran Marica, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini disekap, dianiaya bahkan diancam akan dibunuh di dalam Toko Bintang yang beralamat di Jalan Veteran Selatan pada Sabtu sore,atas kejadian itu Sya’ban mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, selain Organisasi Jurnalis juga datang dari berbagai Lembaga salah satunya dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Badan Advokasi Investigasi Hak Asasi Manusia Republik Indonesia ( BAIN HAM RI )
Surat Tanda Penerimaan Laporan
Ketua Bidang OKK DPP BAIN HAM RI Djaya Jumain meminta Kapolrestabes Makassar agar segera menangkap pelaku pasalnya korban mendapat perlakuan kasar yang di duga dari pihak toko Bintang sesuai peristiwa yang di sampaikan baik saat melapor di Polretabes Makassar maupun di BAIN HAM RI di mana Sya’ban tengah meliput penertiban yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Makasar terhadap toko penjual aksesoris handphone tersebut dalam kaitan penegakan Peraturan Walikota (Perwali) Kota Makassar Nomor 22 Tahun 2020 tentang pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna memutus mata rantai penularan virus corona.

Peristiwa terjadi saat Satpol PP meninggalkan lokasi, tiba-tiba seorang lelaki bertubuh tinggi besar dan berambut gondrong menghampiri Sya’ban dan mendorong ,merampas telepon seluler serta menghapus hasil karya jurnalis baik foto maupun video terkait penertiban.

Djaya Jumain yang juga mantan Kordinator Advokasi PJI Sulawesi Selatan ini menilai peristiwa tersebut mencederai profesi wartawan,seharusnya mereka paham kerja kerja wartawan dalam menjalankan tugasnya , dimana wartawan dilindungi oleh undang-undang (UU)  No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Djaya Jumain menegaskan tidak ada alasan polisi tidak memproses laporan korban dan menahan pelaku karena ada bukti bukti kuat adanya tindakan pidana dimana korban mengaku dianiaya dan diancam di bunuh.

Korban Sya’ban Sartono Leky (36) ini akan mendapat bantuan hukum dari LAW FIRM DR.Muhammad Nur,SH,M.Pd.,MH & Associates secara gratis sebagai bentuk support dan pendampingan hukum dimana selama ini korban sebagai mitra kerja BAIN HAM RI ,Tutup Djaya Jumain.(*).

Baca juga

SABUNG AYAM DI BELOPA DIDUGA BERLANGSUNG TIGA HARI, TARUHAN PULUHAN JUTA DAN JUDI DADU JADI SOROTAN

25 Oktober 2026 - 21:04 WITA

PETI Salutarra Kembali Menggila! Kades POSI Bersuara, Dugaan Oknum Berinisial “MS” Tantang Nyali APH

20 Oktober 2026 - 22:42 WITA

PETI Bajo Barat Kembali Beroperasi, Nama Wahyu Cs Mencuat di Tengah Sorotan Penegakan Hukum

14 Oktober 2026 - 05:31 WITA

Ditreskrimsus Polda Sulsel dan Polres Luwu Tertibkan Aktivitas PETI di Bajo Barat, Tiga Alat Berat Diamankan

1 September 2026 - 19:38 WITA

Kecelakaan Maut di Jalur Trans Sulawesi Luwu, Pengendara Motor Dilaporkan Meninggal Dunia

1 Agustus 2026 - 23:20 WITA

Trending di Hukum