Menu

Mode Gelap
Pembaruan Zona Nilai Tanah, Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu Libatkan Pemda dalam Rapat Persiapan ZNT Tak Ingin Anak Luwu Tumbuh Terhambat, Bupati Ajak Warga Jadi “Orang Tua Asuh” Lawan Stunting Air Mata Harapan di Balik Duka: Bupati Luwu Serahkan Santunan Rp223,5 Juta untuk Keluarga Nelayan Bone Pute Bupati Luwu dan BPS Sulsel Bahas Sensus Ekonomi 2026, Siap Perkuat Data Daerah Kementerian ATR/BPN dan KPK Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Daerah, Dorong Implementasi 9 Program Strategis Pertanahan Kolaborasi MDA dan Indika Foundation Dorong Pengembangan Potensi Generasi Muda Luwu

Opini

Pembelajaran Tatap Muka: BDR Dinilai Tidak Efektif, Orangtua Siswa di Enrekang Minta PTM Dilaksanakan

badge-check


					Pembelajaran Tatap Muka: BDR Dinilai Tidak Efektif, Orangtua Siswa di Enrekang Minta PTM Dilaksanakan Perbesar

ENREKANG, -TEROPONGSULSELJAYA.Com- Sampai saat ini belajar dari rumah (BDR) masih tetap dilaksanakan, situasi pandemi Covid-19 di Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang belum juga membaik menjadi alasan pemerintah untuk terus menunda pelaksanaan proses pembelajaran tatap muka (PTM).

Santi, salah satu orangtua siswa SDN 89 Uru, mengaku resah lantaran pemberlakuan BDR sejak awal pandemi membuat kemampuan belajar anaknya menurun drastis.

“Dengan belajar daring anak saya tidak fokus menerima pelajaran, lebih banyak bermain dari pada belajar. Dan saya sebagai ibu rumah tangga harus maksimal membagi waktu untuk semua itu, terlebih saya punya 2 orang anak yang sekolah. Otomatis saya harus mengajar 2 orang sekaligus,” keluhnya, saat ditemui awak media ini, Rabu (24/3/2021).

Menurutnya, penerapan PTM sangat membantu siswa dalam proses belajar optimal. Ia pun mengaku, tidak khawatir PTM dilaksanakan meski di tengah pandemi Covid-19.

“Kalau soal Covid-19 kita serahkan saja sama Tuhan, asal tetap menerapkan Prokes ketat. Masa sekolah yang bersih di tutup, tapi pasar, tempat pesta dan keramaian lain di buka,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan, Naya. Menurutnya, proses BDR sangat tidak efektif bagi anaknya. Terlebih, ia yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang di pasar Baraka, juga sangat kerepotan.

“Jaringan juga tidak memungkinkan, di tambah saya harus urus jualan untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Kadang anak saya nanti ulangan baru efektif belajar, yah kalau bisa sekolah adakan saja PTM biar kita para ibu-ibu tidak pusing pikirkan anak-anak untuk belajar,” ujarnya.

Meski masih di tengah situasi pandemi Covid-91, baik Santi juga Naya berharap, sekolah dapat segera melaksanakan PTM, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 secara ketat. Hal itu sebagai upaya untuk tetap menjaga keterampilan para siswa, serta kemampuan belajar siswa yang lebih optimal.

 

 

Laporan : Suriansa

 

Baca juga

Gigi Berlubang Tak Boleh Diabaikan: Risiko Penyebaran Infeksi dan Demam Tinggi

3 Januari 2026 - 21:22 WITA

Harga Gabah Anjlok di Kecamatan Bua: Petani Dipaksa Merugi, Bulog Menghilang Ketika Dibutuhkan

18 November 2025 - 07:26 WITA

Mendidik dalam Bayang Kekuasaan: Mengapa Rakyat Cerdas Sering Dianggap Ancaman”

23 Oktober 2025 - 12:03 WITA

KOLABORASI YANG MENGHIDUPKAN: CERITA RELIMA DAN PERPUSTAKAAN DI BULUKUMBA

13 Oktober 2025 - 00:15 WITA

Di Bawah Kabel Tegangan Tinggi, Negara Diam — Rakyat Dibiarkan Hidup Dalam Ketakutan

11 Oktober 2025 - 10:48 WITA

Trending di Opini