Menu

Mode Gelap
Bupati Luwu Lantik 16 PNS Formasi 2024, Tugaskan 108 Kepala Sekolah dan Kukuhkan Dewan Pendidikan Pengukuran Terjadwal dengan Waktu yang Pasti Buat Warga Lebih Mudah Menyiapkan Diri Urus Keperluan Pertanahan, Masyarakat Manfaatkan Sentuh Tanahku untuk Akses Informasi dan Layanan Pemdes Cimpu Gelar Musrenbang RKP Desa 2027, Bahas Program Prioritas dan Salurkan Insentif Aparat Keagamaan Sepekan Pascakebakaran, Korban di Desa Temboe Terima Bantuan Dinas Sosial Ditreskrimsus Polda Sulsel dan Polres Luwu Tertibkan Aktivitas PETI di Bajo Barat, Tiga Alat Berat Diamankan

Opini

Pembelajaran Tatap Muka: BDR Dinilai Tidak Efektif, Orangtua Siswa di Enrekang Minta PTM Dilaksanakan

badge-check


					Pembelajaran Tatap Muka: BDR Dinilai Tidak Efektif, Orangtua Siswa di Enrekang Minta PTM Dilaksanakan Perbesar

ENREKANG, -TEROPONGSULSELJAYA.Com- Sampai saat ini belajar dari rumah (BDR) masih tetap dilaksanakan, situasi pandemi Covid-19 di Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang belum juga membaik menjadi alasan pemerintah untuk terus menunda pelaksanaan proses pembelajaran tatap muka (PTM).

Santi, salah satu orangtua siswa SDN 89 Uru, mengaku resah lantaran pemberlakuan BDR sejak awal pandemi membuat kemampuan belajar anaknya menurun drastis.

“Dengan belajar daring anak saya tidak fokus menerima pelajaran, lebih banyak bermain dari pada belajar. Dan saya sebagai ibu rumah tangga harus maksimal membagi waktu untuk semua itu, terlebih saya punya 2 orang anak yang sekolah. Otomatis saya harus mengajar 2 orang sekaligus,” keluhnya, saat ditemui awak media ini, Rabu (24/3/2021).

Menurutnya, penerapan PTM sangat membantu siswa dalam proses belajar optimal. Ia pun mengaku, tidak khawatir PTM dilaksanakan meski di tengah pandemi Covid-19.

“Kalau soal Covid-19 kita serahkan saja sama Tuhan, asal tetap menerapkan Prokes ketat. Masa sekolah yang bersih di tutup, tapi pasar, tempat pesta dan keramaian lain di buka,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan, Naya. Menurutnya, proses BDR sangat tidak efektif bagi anaknya. Terlebih, ia yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang di pasar Baraka, juga sangat kerepotan.

“Jaringan juga tidak memungkinkan, di tambah saya harus urus jualan untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Kadang anak saya nanti ulangan baru efektif belajar, yah kalau bisa sekolah adakan saja PTM biar kita para ibu-ibu tidak pusing pikirkan anak-anak untuk belajar,” ujarnya.

Meski masih di tengah situasi pandemi Covid-91, baik Santi juga Naya berharap, sekolah dapat segera melaksanakan PTM, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 secara ketat. Hal itu sebagai upaya untuk tetap menjaga keterampilan para siswa, serta kemampuan belajar siswa yang lebih optimal.

 

 

Laporan : Suriansa

 

Baca juga

Spirit Muharam Menjadi Transformasi Zaman Dengan Membaca Pikiran Sendiri

15 Juni 2026 - 22:42 WITA

Gigi Berlubang Tak Boleh Diabaikan: Risiko Penyebaran Infeksi dan Demam Tinggi

3 Januari 2026 - 21:22 WITA

Harga Gabah Anjlok di Kecamatan Bua: Petani Dipaksa Merugi, Bulog Menghilang Ketika Dibutuhkan

18 November 2025 - 07:26 WITA

Mendidik dalam Bayang Kekuasaan: Mengapa Rakyat Cerdas Sering Dianggap Ancaman”

23 Oktober 2025 - 12:03 WITA

KOLABORASI YANG MENGHIDUPKAN: CERITA RELIMA DAN PERPUSTAKAAN DI BULUKUMBA

13 Oktober 2025 - 00:15 WITA

Trending di Opini