Menu

Mode Gelap
Perkuat Integritas Daerah, Wakil Bupati Luwu Ikut Live Talk Show Pencegahan Korupsi Kemendagri Dorong UMKM Naik Kelas, Wabup Luwu Buka Edukasi Keuangan dan Wanti-Wanti Bahaya Investasi Ilegal Perkuat Penanganan Sengketa, Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu Gelar Awal Permohonan Pembatalan Sertipikat Perkuat Kepastian Hukum, Kantor Pertanahan Luwu dan Kejati Sulsel Koordinasikan Kelanjutan Pengadaan Tanah Runway Bandara Bua Rapat Koordinasi PTSL 2026, Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu Perkuat Sinergi dengan Desa dan Kelurahan Pastikan Data Sertipikat Tanah Sesuai, Ini Cara Mudah Pengecekannya

Budaya

Pemancangan Tiang Alif Masjid Qubah Usai, Tangis Haru Ratusan Masyarakat Pecah

badge-check


					Pemancangan Tiang Alif Masjid Qubah Usai, Tangis Haru Ratusan Masyarakat Pecah Perbesar

Teropongsulseljaya.com , Fakfak – Penyempurnaan bangunan Masjid Kubah ditandai dengan pemancangan Tiang Alif yang dalam prosesnya melewati beberapa tahapan tradisi dan budaya di Kampung Katemba, Distrik Fakfak Tengah, Kabupaten Fakfak telah mencapai puncaknya. Subuh pukul 04.00 WIT, 24/09/2021.

Sebelumnya persiapan yang telah berjalan secara tradisional ini memakan waktu selama dua minggu serta melibatkan semua unsur masyarakat. Menjelang momen momen akhir persiapannya sejak matahari tenggelam hingga menjelang subuh hari, lantunan Dzikir, Sholawat dan Hadroh Sholawat bergema di kota Fakfak.

Tepat pukul 04.00 WIT, ratusan masyarakat mengiringi pengangkutan Tiang Alif menuju atap kubah masjid sambil melantunkan Dzikir. Sesampainya tiang Alif dipuncaknya, Adzan pun berkumandang di empat sudut puncak kubah masjid dan tangisan haru pun pecah dari masyarakat yang menyaksikannya.

Imam Masjid Qubah “M. Shaleh Kutanggas” mengatakan bahwa prosesi sakral ini menjadi jembatan silaturahmi (Habluminanmas) antar masyarakat dan juga sebagai bentuk Syariat.

“Hal utama dari makna Tiang Alif ini merupakan penyatuan Alam, sebab Tiang Alif ini berasal dari pohon atau tumbuhan serta berharap mewakili unsur rohaninya,” Terang Shaleh.

Lanjut, “Syariat dan Hakekat ini merupakan Tradisi yang dalam pelaksanaannya terkandung nilai-nilai spiritual antara Hubungan Manusia (Habluminannas), Alam dan yang utama Allah.swt sebagai sang pencipta,” Jelasnya.

Kesempatan sama “Munawir Rengen, S.Sos,M.Abm.Pemb” selaku kepala distrik dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan dan kerjasama semua masyarakat terkait pemancangan tiang Alif ini.

“Terimakasih atas keterlibatan semua elemen masyarakat atas doa, usaha serta dukungan masyarakat Fakfak. Semoga senantiasa dipancarkan cahaya kebaikan, keselamatan serta kebahagiaan,” Ucapnya

Momen ini pun ditutup dengan pelukan dan saling maaf memaafkan sesama masyarakat tanpa melihat perbedaan agama dan etnis yang menandakan permohonan maaf bilamana dalam pelaksanaan kegiatan selama kurun waktu dua minggu ini terdapat salah dan khilaf sekaligus santap menu alakadarnya. (Vhr)

Baca juga

Harmoni Tradisi dan Harapan: Tudang Sipulung di Desa Sampa Satukan Petani Sambut Musim Tanam

15 April 2026 - 20:27 WITA

Festival Pesisir Desa Raja: Pemuda Pesisir Jadi Garda Depan Menuju Indonesia Emas

18 Agustus 2025 - 10:38 WITA

Penutupan Lomba HUT-RI ke-80 di Desa Temboe Meriah, Jadi Ajang Silaturahmi Warga

17 Agustus 2025 - 19:50 WITA

Festival Pesisir Desa Raja Meriahkan HUT ke-80 RI: Pemuda Pesisir Didorong Jadi Kekuatan Menuju Indonesia Emas

17 Agustus 2025 - 10:14 WITA

Mappacekke Wanua: Sakralnya Tradisi Penyucian Negeri di Hari Jadi ke-66 Kabupaten Luwu

2 Juli 2025 - 22:06 WITA

Trending di Budaya