Menu

Mode Gelap
Musrenbang Desa Cimpu RKPD 2027 Dirangkaikan LPJ BUMDes, Fokus Usulan Infrastruktur dan Keterbatasan Dana Desa BPK RI Serahkan LHP Semester II 2025, Pemkab Luwu Fokus Perbaikan Tata Kelola Keuangan Tingkatkan Mutu Layanan Pendidikan, SD Negeri 25 Radda Uji Coba Sistem Lima Hari Sekolah Kejari Luwu Perkuat Kepastian Hukum Pertanahan, Kawal PTSL 2026 Lewat Sinergi Lintas Sektor. Wakil Bupati Luwu Sambut Kunjungan Pangdam XIV/Hasanuddin Tinjau Program KDMP Kejari Luwu dan Kantor Pertanahan Perkuat Sinergi Penanganan Hukum Perdata dan TUN

Opini

Qasim Putra Rasulullah, Muhammad Al-Qasim Jenderal Bani Umayah penakluk Sindh dan Muhammad Qasim Pemuda Lahore

badge-check


					Qasim Putra Rasulullah, Muhammad Al-Qasim Jenderal Bani Umayah penakluk Sindh dan Muhammad Qasim Pemuda Lahore Perbesar

TEROPONGSULSELJAYA.Com,- Silsilah dari Sayyid Shah Ghazi bin Muhammad ” Nafsun Zakkiya” bin Abdullah bin Hasan bin Fatimah binti Muhammad SAW. Pada tahun 711 M dibawa hijrah bersama perjalanan Jenderal Muhammad bin Al Qasim dalam expedisi militer ke Sindh.

Jenderal Qasim sangat terkenal penakluk India melalui daratan Pakistan, atas perintah Gubernur Persia Al-Hajjaj bin Yusuf Asakoffi, Qasim menjadi simbol perubahan budaya dan kemajuan Pakistan sehingga Al Qaid Syed Muhammad Ali Jinnah (pendiri Pakistan) menjadikan nama-nama Muhammad Qasim sebagai nama tempat dan beberapa monumen sejarah di Pakistan.

Perjalanan seorang Sayyid Shah Ghazi yang unik dan seakan tidak terekspos oleh zaman dan sejarah mengikuti Al Qasim yang pertama. Ia menikah dengan keluarga raja Sindh di Multan.

Setelah terjadi pergolakan politik di tanah airnya Bani Abbasiyah. Ayahnya Muhammad bin Abdullah “Nafsun Zakkiyah” terbunuh di Madinah dan pamannya Ibrahim bin Abdullah di Bashra oleh khalifah ke-2 Abu Ja’far al Manshur.

Sayyid Shah Ghazi saat itu bersama adiknya Sayyid Shah Misri disarankan oleh Jenderal Al-Qasim utk tetap di Sindh dan menikah dengan Princess kerajaan Sindhu (terkait anak keturunannya belum bisa saya dapatkan, harus diteliti). Sayyid Shah Ghazi dikenal sebagai orang sufi dan suci. Beliau wafat di dalam satu peperangan, dan dimakamkan ditempat awal beliau menginjak kakinya di Dybala daerah Clifon yang sekarang di sebut kota pelabuhan Karachi.

Berabad-abad lamanya makam orang suci ini tidak dihiraukan, dan tidak ada yang peduli. Tahun 1950 pemerintah mulai peduli membangun cagar budaya, tetapi tidak terawat dan hanya sebagai tempat masyarakat bawah untuk berdoa dan upacara agama, tempat makam ini berkesan kumuh dan terpinggirkan.

Baru tahun 2005 ada perbaikan dari Pemerintah tapi tidak berarti. Walapun sudah menjadi tempat yang telah dikunjungi oleh para peziarah Suffi sampai dengan saat sekarang ini.

Masyarakat setempat mempercayai tempat ini sangat sakral dan dipercaya (karena ada jasad suci didalamnya) dapat menahan badai laut dari Samudra Hindia yang sering menyapu pantai Karachi. Sayyid Shah Ghazi adalah anak keturunan Nabi SAW dari jalur Hasani yang paling awal hijrah ke Semenanjung anak benua Hindia.

Menurut pendapat penulis diperkirakan akan menyambungkan silsilah Keturunan Al-Mahdi Al Hasani Al Quraisy al Hasyimi. allohu A’lam bisawwab. Sebelum terjadi penyebaran banyaknya bergelombang Dzuriat Rasul dari jalur Hadramaut tahun 1000 M.

Fenomena Muhammad Qasim bin Muhammad Abdul Karim bin Muhammad Munir yang viral akhir akhir ini dengan mimpinya membuka cakrawala nama Qasim dan dzuriat Nabi yang ada bersama Jenderal Qasim serta Putra pertama Nabi sehingga Rasul punya nama kunnyah Abal Qasim.
Semoga ada hikmah dalam tulisan singkat ini.

Baca juga

Gigi Berlubang Tak Boleh Diabaikan: Risiko Penyebaran Infeksi dan Demam Tinggi

3 Januari 2026 - 21:22 WITA

Harga Gabah Anjlok di Kecamatan Bua: Petani Dipaksa Merugi, Bulog Menghilang Ketika Dibutuhkan

18 November 2025 - 07:26 WITA

Mendidik dalam Bayang Kekuasaan: Mengapa Rakyat Cerdas Sering Dianggap Ancaman”

23 Oktober 2025 - 12:03 WITA

KOLABORASI YANG MENGHIDUPKAN: CERITA RELIMA DAN PERPUSTAKAAN DI BULUKUMBA

13 Oktober 2025 - 00:15 WITA

Di Bawah Kabel Tegangan Tinggi, Negara Diam — Rakyat Dibiarkan Hidup Dalam Ketakutan

11 Oktober 2025 - 10:48 WITA

Trending di Opini