Menu

Mode Gelap
Musrenbang Desa Cimpu RKPD 2027 Dirangkaikan LPJ BUMDes, Fokus Usulan Infrastruktur dan Keterbatasan Dana Desa BPK RI Serahkan LHP Semester II 2025, Pemkab Luwu Fokus Perbaikan Tata Kelola Keuangan Tingkatkan Mutu Layanan Pendidikan, SD Negeri 25 Radda Uji Coba Sistem Lima Hari Sekolah Kejari Luwu Perkuat Kepastian Hukum Pertanahan, Kawal PTSL 2026 Lewat Sinergi Lintas Sektor. Wakil Bupati Luwu Sambut Kunjungan Pangdam XIV/Hasanuddin Tinjau Program KDMP Kejari Luwu dan Kantor Pertanahan Perkuat Sinergi Penanganan Hukum Perdata dan TUN

Budaya

Mappacekke Wanua: Sakralnya Tradisi Penyucian Negeri di Hari Jadi ke-66 Kabupaten Luwu

badge-check


					Mappacekke Wanua: Sakralnya Tradisi Penyucian Negeri di Hari Jadi ke-66 Kabupaten Luwu Perbesar

KAB LUWU, TEROPONGSULSELJAYA. com, -Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Luwu Ke-66, Ketua TP-PKK Kabupaten Luwu, Hj. Kurniah Patahudding, A.Md, Ketua Bidang I TP-PKK, Nilasari Dhevy Bijak, SKM,Menghadiri prosesi acara adat budaya, yaitu“Mappacekke Wanua”, di Baruga Arung Senga Kec. Belopa Kabupaten Luwu, Rabu (2/7/2025).

Diketahui, Mappacekke Wanua merupakan ritual adat yang bertujuan untuk mendinginkan negeri, baik untuk hajatan besar maupun berbagai cobaan yang menimpa wanua atau negeri, diantara kalangan masyarakat khususnya di Tana Luwu.

” Ritual ini dilakukan dipagi hari dengan harapan agar kesejahteraan hidup masyarakat adat akan senantiasa menanjak seperti matahari terbit di ufuk timur.

Air suci yang diambil (ri lekke) melalui sebuah ritual adat dan kemudian diarak dengan sinrangeng lakko atau usungan adat di atas pangkuan seorang gadis remaja yang belum aqil baliq atau tenna wette dara sebagai simbol kesucian.

“Bupati dan Wakil Bupati Luwu bersama rombongan kemudian mengawali ritual Mappacekke Wanua dengan ritual adat mallekke wae atau mengambil air suci dari bubung parani, sebuah sumur khusus sebagai sumber air yang digunakan dalam acara ritual adat.

Sinrangeng lakko (usungan adat) tersebut diiringi oleh palluru gau (instrumen dan atribut-atribut upacara adat) serta para pemuka adat. Air yang disucikan tersebut diarak menuju Baruga Arung Senga untuk diletakkan di atas Lamming Pulaweng atau Singgasana Kehormatan.

Akan menciptakan suasana harmonis dan dinamis yang akan mendatangkan berkah berupa kedamaian dan kesejahteraan bersama.

Tujuannya melakukan rekonsiliasi untuk memulihkan keseimbangan (equilibrum) kesatuan ikatan masseddi’ siri’ antara seluruh komponen di dalam masyarakat. Keseimbangan persatuan dan kesatuan ikatan masseddi’ siri’ di dalam masyarakat diharapkan secara “adi kodratikodrati.(id)

Baca juga

Festival Pesisir Desa Raja: Pemuda Pesisir Jadi Garda Depan Menuju Indonesia Emas

18 Agustus 2025 - 10:38 WITA

Penutupan Lomba HUT-RI ke-80 di Desa Temboe Meriah, Jadi Ajang Silaturahmi Warga

17 Agustus 2025 - 19:50 WITA

Festival Pesisir Desa Raja Meriahkan HUT ke-80 RI: Pemuda Pesisir Didorong Jadi Kekuatan Menuju Indonesia Emas

17 Agustus 2025 - 10:14 WITA

Ritual Budaya Mappacekke Wanua Warnai Rangkaian Acara Hari Jadi Kabupaten Luwu Ke–66

2 Juli 2025 - 20:37 WITA

Ketua Dekranasda Salurkan Bantuan Dana Untuk Tingkatkan Kualitas pengrajin Kelompok Kole Mandiri

17 Mei 2025 - 01:34 WITA

Trending di Budaya