Menu

Mode Gelap
Pemdes Temboe Bahas RKPDes 2027, Serap Aspirasi Warga dan Prioritaskan Program Pembangunan Desa Bupati Luwu Lantik 16 PNS Formasi 2024, Tugaskan 108 Kepala Sekolah dan Kukuhkan Dewan Pendidikan Pengukuran Terjadwal dengan Waktu yang Pasti Buat Warga Lebih Mudah Menyiapkan Diri Urus Keperluan Pertanahan, Masyarakat Manfaatkan Sentuh Tanahku untuk Akses Informasi dan Layanan Pemdes Cimpu Gelar Musrenbang RKP Desa 2027, Bahas Program Prioritas dan Salurkan Insentif Aparat Keagamaan Sepekan Pascakebakaran, Korban di Desa Temboe Terima Bantuan Dinas Sosial

Opini

Kisah Tragis Raya, Balita 4 Tahun yang Kalah Melawan Ribuan Cacing

badge-check


					Kisah Tragis Raya, Balita 4 Tahun yang Kalah Melawan Ribuan Cacing Perbesar

Opini,- Teropongsulseljaya.com- Raya, seorang balita berusia 4 tahun, hidup sederhana bersama ibunya yang mengalami gangguan jiwa. Hari-hari Raya penuh kesepian. Tidak ada perawatan layak, tidak ada tangan hangat yang selalu menjaga kesehatannya.

Hingga suatu hari, tubuh kecil itu jatuh sakit. Raya tidak sadarkan diri, napasnya lemah. Tetangga yang iba lalu membawa balita malang itu ke rumah sakit.

Di sana, peristiwa mengejutkan terjadi. Saat diperiksa, seekor cacing sepanjang 15 cm keluar dari hidung Raya. Pemandangan itu membuat semua orang terdiam dengan rasa ngeri dan pilu.

Dokter segera melakukan rontgen dan pemeriksaan lebih dalam. Hasilnya sungguh memilukan: perut Raya dipenuhi ribuan cacing, dan yang lebih mengerikan, telur-telur cacing telah menyebar hingga ke otaknya. Bahkan ketika buang air besar, puluhan cacing keluar dari tubuhnya, menandakan betapa parahnya infeksi yang diderita.

Beberapa hari Raya bertahan di rumah sakit. Tubuh mungilnya berjuang sekuat tenaga di balik infus dan obat-obatan. Namun, kerusakan sudah terlalu jauh. Cacing-cacing itu telah merusak organ vitalnya, membuat kondisinya kian melemah.

Akhirnya, setelah hari-hari penuh perjuangan, Raya menghembuskan napas terakhirnya. Ia pergi dengan tenang, meninggalkan dunia yang terlalu kejam baginya.

Kisah Raya adalah peringatan pahit. Bahwa cacingan bukan penyakit kecil yang bisa diremehkan. Kurangnya kebersihan makanan, minimnya perhatian, dan lemahnya perawatan bisa membuat parasit merenggut nyawa, bahkan pada anak sekecil Raya.

Kini, hanya doa yang bisa dipanjatkan untuknya. Semoga Raya beristirahat dalam damai, terbebas dari rasa sakit, dan kisah tragisnya menjadi pelajaran bagi semua orang untuk lebih peduli pada kesehatan anak-anak di sekitar kita.

Maka dari itu perlu butuh pendampingan dari orang tua untuk memberantas Penyakit cacingan pada anak. Marilah kita sama sama penanggulangan dan pencegahan minum Obat Cacing POPM Di sekolah Dasar dan Posyandu terdekat untuk umur 1-12 Tahun yang rutin dilaksanakan setiap 2 kali setahun.

Penulis : Andi Hebrifitratullah,SKM

Baca juga

Spirit Muharam Menjadi Transformasi Zaman Dengan Membaca Pikiran Sendiri

15 Juni 2026 - 22:42 WITA

Gigi Berlubang Tak Boleh Diabaikan: Risiko Penyebaran Infeksi dan Demam Tinggi

3 Januari 2026 - 21:22 WITA

Harga Gabah Anjlok di Kecamatan Bua: Petani Dipaksa Merugi, Bulog Menghilang Ketika Dibutuhkan

18 November 2025 - 07:26 WITA

Mendidik dalam Bayang Kekuasaan: Mengapa Rakyat Cerdas Sering Dianggap Ancaman”

23 Oktober 2025 - 12:03 WITA

KOLABORASI YANG MENGHIDUPKAN: CERITA RELIMA DAN PERPUSTAKAAN DI BULUKUMBA

13 Oktober 2025 - 00:15 WITA

Trending di Opini