Menu ✖

Mode Gelap
Keluhan Tim Damkar Luwu Direspons Bupati, Bantuan Peralatan dan Layanan Kesehatan Mengalir Perseroda Luwu Cemerlang Disiapkan Garap Bisnis BBM hingga Jasa, Dua Ranperda Diajukan ke DPRD Pemkab Luwu Evaluasi Kerja Sama BPJS Kesehatan, Sekda Soroti Tindak Lanjut Masalah Layanan SABUNG AYAM DI BELOPA DIDUGA BERLANGSUNG TIGA HARI, TARUHAN PULUHAN JUTA DAN JUDI DADU JADI SOROTAN Ketua IWO Luwu Raya Miris Lihat Kondisi DLH dan Damkar, Armada Terbatas hingga Petugas Kerap Dimaki Penguatan Tata Kelola Tiga Lembaga Jadi Agenda Rakor Nasional, Ketua Dekranasda Luwu Hadir di Bali

Hukum

Kasus Kekerasan Bersajam Diduga Libatkan Pejabat Tinggi PLN Berakhir Damai, Publik Soroti Keadilan Restoratif

badge-check


					Kasus Kekerasan Bersajam Diduga Libatkan Pejabat Tinggi PLN Berakhir Damai, Publik Soroti Keadilan Restoratif Perbesar

JAKARTA, TEROPONGSULSELJAYA.com, – Kasus dugaan pengeroyokan dan penganiayaan yang dilakukan dua orang terhadap seorang juru parkir di Jalan Raya Cinere, Depok, Jawa Barat, berujung damai meski sempat viral di media sosial. Peristiwa yang terekam dalam video memperlihatkan aksi kekerasan dengan senjata tajam berupa parang panjang itu sempat menimbulkan ketakutan di tengah warga sekitar.

Video berdurasi singkat tersebut diunggah akun Instagram @depok24jam pada Minggu (26/10/2025) dan langsung menuai kecaman publik. Namun di balik sorotan publik yang menuntut proses hukum tegas, kasus itu justru berakhir dengan Restorative Justice (RJ).

Dari hasil penelusuran, salah satu terduga pelaku disebut merupakan pejabat tinggi PLN, Chorinus Eric Nerokou (CEN), yang menduduki jabatan Executive Vice President (EVP) Bantuan Hukum di perusahaan pelat merah tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budhi Hermanto membenarkan bahwa kasus itu telah diselesaikan melalui mekanisme perdamaian antara kedua belah pihak.

“Info dari penyidik bahwa perkara tersebut dicabut oleh pelapor/korban, sehingga dilakukan perdamaian dan restorative justice,” ujarnya, Jumat (31/10/2025).

Buher, sapaan akrab Budhi Hermanto, menegaskan bahwa setelah tercapai kesepakatan damai, penyidikan resmi dihentikan.

“Iya, kalau sudah dicabut dan berdamai, kasus dihentikan,” tegasnya.

Menanggapi pertanyaan publik soal kelayakan RJ dalam kasus yang melibatkan kekerasan dengan senjata tajam, Buher menjelaskan bahwa mekanisme RJ tetap dapat diterapkan dengan syarat tertentu.

“Bisa, asal tidak mengakibatkan luka berat atau kematian, dan disepakati kedua belah pihak tanpa paksaan,” jelasnya.

Ia juga membantah adanya perlakuan khusus karena pelaku diduga pejabat tinggi PLN.

“Tidak ada. Semua berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku,” tandasnya.

Namun, penyelesaian kasus ini menuai kritik. Ketua Umum Ikatan Wartawan Online (IWO) sekaligus Koordinator Nasional Relawan Listrik Nasional (Kornas Re-LUN), H. Teuku Yudhistira, menilai langkah damai tersebut justru menodai rasa keadilan publik.

“Penyidik seharusnya menerapkan pasal berlapis — mulai dari Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, hingga Pasal 2 Ayat 1 UU Darurat No. 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam,” tegasnya.

Yudhistira juga menyoroti aspek moral dan etika pejabat publik yang seharusnya menjadi teladan.

“Jika benar pelaku adalah EVP PLN, ini pelanggaran berat. Pimpinan PLN harus segera memecat yang bersangkutan. Tidak pantas pejabat membawa senjata tajam, apalagi terlibat kekerasan,” ujarnya.

Selain menuntut sanksi terhadap pelaku, Yudhistira juga mendesak agar pimpinan Direktorat Legal dan Human Capital PLN, Yusuf Didi Setiarto, turut dievaluasi.

“Ini bukan hanya soal individu, tapi kegagalan sistem pengawasan di tubuh PLN. Pimpinan harus bertanggung jawab,” pungkasnya.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena dinilai menggambarkan paradoks penegakan hukum di Indonesia: ketika keadilan bagi rakyat kecil kerap berhenti di meja mediasi, sementara jabatan tinggi justru membuka jalan menuju im

Baca juga

SABUNG AYAM DI BELOPA DIDUGA BERLANGSUNG TIGA HARI, TARUHAN PULUHAN JUTA DAN JUDI DADU JADI SOROTAN

25 Oktober 2026 - 21:04 WITA

PETI Salutarra Kembali Menggila! Kades POSI Bersuara, Dugaan Oknum Berinisial “MS” Tantang Nyali APH

20 Oktober 2026 - 22:42 WITA

PETI Bajo Barat Kembali Beroperasi, Nama Wahyu Cs Mencuat di Tengah Sorotan Penegakan Hukum

14 Oktober 2026 - 05:31 WITA

Ditreskrimsus Polda Sulsel dan Polres Luwu Tertibkan Aktivitas PETI di Bajo Barat, Tiga Alat Berat Diamankan

1 September 2026 - 19:38 WITA

Kecelakaan Maut di Jalur Trans Sulawesi Luwu, Pengendara Motor Dilaporkan Meninggal Dunia

1 Agustus 2026 - 23:20 WITA

Trending di Hukum