Menu

Mode Gelap
Menuju Kursi Strategis Pemkab Luwu, 14 Pejabat Jalani Tahapan Assessment Wabup Luwu Hadiri Ekspose Manajemen Talenta ASN se-Sulsel Percepat Legalisasi Aset Daerah dan Tanah Ulayat, Kantor Pertanahan Luwu Ikuti Rapat Koordinasi Bersama KPK dan ATR/BPN secara Daring Kantor Pertanahan Luwu Gelar Rapat Gelar Kasus, Perkuat Kepastian Hukum dalam Permohonan Pembatalan Sertipikat Perkuat Sinergi Penegakan Hukum, Kejari Luwu Gelar Ekspose Pendampingan Hukum Bersama Kantor Pertanahan Luwu DPRD Luwu Gelar Rapat Dengar Pendapat, Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu Beri Penjelasan Teknis Dalam Rapat RPD

Budaya

Menjaga Tradisi Di Malam Ke 16 Ramadhan Di Bontomangape,Kabupaten Bulukumba

badge-check


					Menjaga Tradisi Di Malam Ke 16 Ramadhan Di Bontomangape,Kabupaten Bulukumba Perbesar

TEROPONGSULSELJAYA.com,BULUKUMBA
-Ada sesuatu yang unik di lingkungan Bontomangape,Bulukumba menjelang pertengahan Bulan Ramadan ,tapi banyak yang masih binging letak Bontomangape itu sendiri.

Dari segi geografis, Bontomangape berada di daerah Desa Paenre Lompoe Kecamatan Gantarang tapi dia bukan bagian dari Desa Paenre Lompoe melainkan Kelurahan Kalumeme Kecamatan Ujung Bulu.ini merupakan lingkungan kelurahan yang berada ditengah persawahan yang berada dalam desa.

Konon, Bontomangape pernah dipaksa untuk masuk daerah paenre lompoe dengan diiming-imingkan program listrik masuk desa tapi orang orang tua dulu tetap bersikeras tidak mau dan masih bertahan bergabung di kelurahan terang-terang. Jadi sebelum pindah ke Kelurahan Kalumeme, Bontomangape juga pernah ada di Terang-Terang. Jadi orang orang tua dulu lebih memilih bergelap-gelapan dengan pelita (sulo) daripada pakai listrik asal masih setia di Kecamatan Ujung Bulu.

Kembali ke tradisi, setiap menjelang malam ke 16 bulan ramadhan semua warga Bontomangape akan membuat legese dan burasa seperti pada saat menjelang hari raya idul fitri.
Warga disana biasa menyebutnya dengan tradisi qunnu’ (qunut) dimana setiap rumah akan menyajikan makanan khas tersebut untuk disantap berbuka puasa. Tradisi semacam ini juga ada di Gorontalo tapi mereka berkumpul dan menyantap pisang dan kacang bersama-sama.
Khaerul Umam salah satu warga mengatakan
Yang menarik dari tradisini adalah Bontomangape mendadak ramai di malam hari, keluarga dari luar akan datang kesini untuk makan bersama bahkan dulu keluarga yang datang lebih ramai dibandingkan pada saat hari raya idul fitri. Katanya
Lanjut khaerul
Dulu waktu masih kecil setelah shalat tarwih, saya biasa bersepeda keliling kampung dan menghitung mobil dan motor yang ada di depan rumah. Setiap rumah pasti ada tamunya.lanjutnya

Ditengah situasi pandemi sekarang ini, mungkin tradisi ini tidak akan seperti tahun2 sebelumnya. Tapi sebagai orang bontomangape asli, pasti tetap dan akan terus menjaga tradisi ini.(*)

Baca juga

Harmoni Tradisi dan Harapan: Tudang Sipulung di Desa Sampa Satukan Petani Sambut Musim Tanam

15 April 2026 - 20:27 WITA

Festival Pesisir Desa Raja: Pemuda Pesisir Jadi Garda Depan Menuju Indonesia Emas

18 Agustus 2025 - 10:38 WITA

Penutupan Lomba HUT-RI ke-80 di Desa Temboe Meriah, Jadi Ajang Silaturahmi Warga

17 Agustus 2025 - 19:50 WITA

Festival Pesisir Desa Raja Meriahkan HUT ke-80 RI: Pemuda Pesisir Didorong Jadi Kekuatan Menuju Indonesia Emas

17 Agustus 2025 - 10:14 WITA

Mappacekke Wanua: Sakralnya Tradisi Penyucian Negeri di Hari Jadi ke-66 Kabupaten Luwu

2 Juli 2025 - 22:06 WITA

Trending di Budaya