Menu

Mode Gelap
Kantah Luwu Perkuat Integrasi Data NIB dan NOP, Dorong Data Pertanahan dan Perpajakan Semakin Terhubung Kantah Luwu Perkuat Pelaksanaan PTSL melalui Peninjauan Lapang di Tiga Desa Buka PRESTASI Bersama KPK, Menteri ATR/Kepala BPN Tanamkan Semangat Bekerja Mempermudah Rakyat Percepat PTSL 2026, Panitia Ajudikasi Kantah Luwu Tinjau Lapang di Empat Desa Kantah Luwu Serahkan Sertipikat PTSL kepada Masyarakat Desa Cimpu Utara Sinkronisasi Data, Menteri ATR/Kepala BPN dan Mendagri Sepakati Pengintegrasian NIB dan NOP

Budaya

Menjaga Tradisi Di Malam Ke 16 Ramadhan Di Bontomangape,Kabupaten Bulukumba

badge-check


					Menjaga Tradisi Di Malam Ke 16 Ramadhan Di Bontomangape,Kabupaten Bulukumba Perbesar

TEROPONGSULSELJAYA.com,BULUKUMBA
-Ada sesuatu yang unik di lingkungan Bontomangape,Bulukumba menjelang pertengahan Bulan Ramadan ,tapi banyak yang masih binging letak Bontomangape itu sendiri.

Dari segi geografis, Bontomangape berada di daerah Desa Paenre Lompoe Kecamatan Gantarang tapi dia bukan bagian dari Desa Paenre Lompoe melainkan Kelurahan Kalumeme Kecamatan Ujung Bulu.ini merupakan lingkungan kelurahan yang berada ditengah persawahan yang berada dalam desa.

Konon, Bontomangape pernah dipaksa untuk masuk daerah paenre lompoe dengan diiming-imingkan program listrik masuk desa tapi orang orang tua dulu tetap bersikeras tidak mau dan masih bertahan bergabung di kelurahan terang-terang. Jadi sebelum pindah ke Kelurahan Kalumeme, Bontomangape juga pernah ada di Terang-Terang. Jadi orang orang tua dulu lebih memilih bergelap-gelapan dengan pelita (sulo) daripada pakai listrik asal masih setia di Kecamatan Ujung Bulu.

Kembali ke tradisi, setiap menjelang malam ke 16 bulan ramadhan semua warga Bontomangape akan membuat legese dan burasa seperti pada saat menjelang hari raya idul fitri.
Warga disana biasa menyebutnya dengan tradisi qunnu’ (qunut) dimana setiap rumah akan menyajikan makanan khas tersebut untuk disantap berbuka puasa. Tradisi semacam ini juga ada di Gorontalo tapi mereka berkumpul dan menyantap pisang dan kacang bersama-sama.
Khaerul Umam salah satu warga mengatakan
Yang menarik dari tradisini adalah Bontomangape mendadak ramai di malam hari, keluarga dari luar akan datang kesini untuk makan bersama bahkan dulu keluarga yang datang lebih ramai dibandingkan pada saat hari raya idul fitri. Katanya
Lanjut khaerul
Dulu waktu masih kecil setelah shalat tarwih, saya biasa bersepeda keliling kampung dan menghitung mobil dan motor yang ada di depan rumah. Setiap rumah pasti ada tamunya.lanjutnya

Ditengah situasi pandemi sekarang ini, mungkin tradisi ini tidak akan seperti tahun2 sebelumnya. Tapi sebagai orang bontomangape asli, pasti tetap dan akan terus menjaga tradisi ini.(*)

Baca juga

Ritual Sakral Maddoja Roja Warnai HUT ke-67 Luwu, Doa Bersama Mengawali Mappacekke Wanua

4 Juli 2026 - 19:28 WITA

Mallekke Wai HUT Luwu 67 :Air Sumur Arung Senga Diakar, Gadis Belum Balig Usung Ke Baruga

2 Juli 2026 - 14:28 WITA

Pawai Obor Memadati Jalan Belopa Sambut 1 Muharram 1448H

17 Juni 2026 - 00:19 WITA

Harmoni Tradisi dan Harapan: Tudang Sipulung di Desa Sampa Satukan Petani Sambut Musim Tanam

15 April 2026 - 20:27 WITA

Festival Pesisir Desa Raja: Pemuda Pesisir Jadi Garda Depan Menuju Indonesia Emas

18 Agustus 2025 - 10:38 WITA

Trending di Budaya