Menu ✖

Mode Gelap
Keluhan Tim Damkar Luwu Direspons Bupati, Bantuan Peralatan dan Layanan Kesehatan Mengalir Perseroda Luwu Cemerlang Disiapkan Garap Bisnis BBM hingga Jasa, Dua Ranperda Diajukan ke DPRD Pemkab Luwu Evaluasi Kerja Sama BPJS Kesehatan, Sekda Soroti Tindak Lanjut Masalah Layanan SABUNG AYAM DI BELOPA DIDUGA BERLANGSUNG TIGA HARI, TARUHAN PULUHAN JUTA DAN JUDI DADU JADI SOROTAN Ketua IWO Luwu Raya Miris Lihat Kondisi DLH dan Damkar, Armada Terbatas hingga Petugas Kerap Dimaki Penguatan Tata Kelola Tiga Lembaga Jadi Agenda Rakor Nasional, Ketua Dekranasda Luwu Hadir di Bali

Budaya

Andi Doel Akbar Kembali Menggelar Pameran Dengan Terinspirasi Dari Masyarakat Pembuat Perahu Pinisi Dengan Berkolaborasi Bersama Beberapa Seniman Pertunjukan

badge-check


					Andi Doel Akbar Kembali  Menggelar Pameran Dengan Terinspirasi Dari Masyarakat Pembuat Perahu Pinisi Dengan Berkolaborasi Bersama Beberapa Seniman Pertunjukan Perbesar

DENPASAR,-TEROPONGSULSELJAYA.Com- Seniman muda asal kab. Bulukumba Andi Doel Akbar kembali mengelar pameran dengan berkolaborasi bersama beberapa Seniman pertunjukan di Tempo Dulu Denpasar. Pameran yang berjudul SAGAN itu berlangsung hingga Selasa, 31 Desember 2024.

Pameran ini menyuguhkan ilustrasi sosial, budaya, serta kearifan lokal yang menceritakan tentang eksplorasi, imajinasi dan history akan sebuah sakralitas budaya yang kemudian divisualkan dalam media seni rupa yang dinilai sebagai tempat berinteraksi juga ruang perkembangan nilai pada proses dialegtis yang romantis.

Kolaborasi pertunjukan yang di tampilkan dalam pameran sekaligus menjawab tantangan perkembangan yang serba cepat, mendesak, dan butuh penyesuaianpenyesuaian. Dimensi yang menekankan semiotis pada aspek seni terhadap mobilitas karya.

“pameran ini adalah sebuah proses untuk lebih mengeksplor kemampuan imajinatif dalam pengkaryaan dan menjadi media untuk terus berkarya. ” Kata Prof. Dr. I Wayan Mudra M. Sn, pada saat sambutannya pembukaan pameran, Jumat 27 Desember 2024.

Pada kesempatan kali ini Andi Doel Akbar sebagai perupa menghadirkan 13 Karya dikemas dalam bentuk lukisan instalasi dan performance.

“Karya-karya ini terinspirasi dari proses sosial yang terjadi dalam masyarakat pembuat perahu pinisi di kab. Bulukumba, sebuah tradisi maritim yang sarat akan nilai budaya dan kerja sama. Eleman warna dan tekstur pada setiap karya ini mempresentasikan berbagai dinamika, mulai dari interaksi antar manusia hingga perjuangan kolektif dalam mempertahankan tradisi . ” Kata Andi Doel Akbar.

Adapun simbol-simbol yang dihadirkan menggambar cerita tersembunyi, kode, atau filosofi yang mewakili identitas unik masyarakat pembuat pinisi. Bentuk yg tidak teratur dan tekstur yang kaya menjadi metafora bagi proses sosial yang tidak selalu mulus, tetapi tetap menghasilkan ikatan yang kuat.

“Harmonisasi suatu karya dengan karya lainnya sangat lah penting, seperti PINISI yang memiliki filosofi yang mengandung keteguhan, persaudaraan, dan spiritualistik. Sehingga pameran ini sebagai pembuka untuk menampilkan sebuah maha karya yang akan di tampilkan pada pagelaran selanjutnya. ” Kata Andi Doel Akbar, tutupnya.

Baca juga

Ritual Sakral Maddoja Roja Warnai HUT ke-67 Luwu, Doa Bersama Mengawali Mappacekke Wanua

4 Juli 2026 - 19:28 WITA

Mallekke Wai HUT Luwu 67 :Air Sumur Arung Senga Diakar, Gadis Belum Balig Usung Ke Baruga

2 Juli 2026 - 14:28 WITA

Pawai Obor Memadati Jalan Belopa Sambut 1 Muharram 1448H

17 Juni 2026 - 00:19 WITA

Harmoni Tradisi dan Harapan: Tudang Sipulung di Desa Sampa Satukan Petani Sambut Musim Tanam

15 April 2026 - 20:27 WITA

Festival Pesisir Desa Raja: Pemuda Pesisir Jadi Garda Depan Menuju Indonesia Emas

18 Agustus 2025 - 10:38 WITA

Trending di Budaya